UJIAN AKHIR SEMESTER
KIMIA ORGANIK II
Dosen
Pengampu : Dr. Syamsurizal, M.Si
Nama : Samsiaromah
Nim : RRA1C112015
Kelas : Reguler Mandiri
1.
Dari
cara kerja hormon insulin, apa ide membuat hormon insulin buatan?
Jawab:
Cara kerja hormon insulin adalah sebagai
berikut: (1) Hormon insulin melekat pada reseptor insulin yang ada di permukaan
sel. (2) Bagian reseptor yang berada di dalam sel akan mengirim sinyal ke pada
pengangkut glukosa (glucose transporter) untuk bergerak ke permukaan sel dan menjemput
glukosa. (3) Pengangkut glukosa akan membawa glukosa masuk ke dalam sel untuk
kemudian dilepaskan. (4) Glukosa digunakan oleh sel sebagai bahan bakar untuk
menghasilkan energi. Jika tidak ada insulin, mekanisme di atas tidak berjalan.
Akibatnya, gula atau glukosa darah tetap berada di luar
sel atau di dalam pembuluh darah.
Ide Pembuatan
Insulin
Insulin
merupakan protein manusia pertama yang disintesis secara kimia. Secara
tradisional, insulin untuk pengobatan pada manusia diisolasi dari pankreas sapi
atau babi. Walaupun insulin hewan secara umum cukup memuaskan tetapi untuk
penggunaan pada manusia dapat menimbulkan dua masalah. Pertama, adanya
perbedaan kecil dalam asam amino penyusunnya yang dapat menimbulkan efek
samping berupa alergi pada beberapa penderita. Kedua, prosedur pemurnian sulit
dan cemaran berbahaya asal hewan tidak selalu dapat dihilangkan secara
sempurna. Pada tahun 1981 telah terjadi perbaikan secara berarti cara produksi
insulin melalui rekayasa genetika. Insulin yang diperoleh dengan cara ini
mempunyai struktur mirip dengan insulin manusia. Melalui teknologi DNA
rekombinan, insulin diproduksi menggunakan sel mikroba yang tidak patogen.
Karena kedua hal tersebut di atas, insulin hasil rekayasa genetika ini
mempunyai efek samping yang relatif sangat rendah dibandingkan dengan insulin
yang diperoleh dari ekstrak pankreas hewan, tidak menimbulkan efek alergi serta
tidak mengandung kontaminan berbahaya.
Produk
hormon insulin manusia dapat dihasilkan dari teknik rekayasa genetika dengan
teknologi Plasmid. Insulin adalah hormon yang berfungsi menurunkan kadar gula
dalam darah. Hormon ini sangat diperlukan oleh penderita diabetes mellitus karena kelenjar pankreas penderita tidak mampu
menghsilkan hormone tersebut. Hormon insulin berfungsi untuk mengubah glukosa
dalam darah menjadi glikogen.
Produksi
insulin dapat dilakukan dengan cara mentransplantasikan gen-gen pengendali
hormon tersebut ke plasmid bakteri. Keberhasilan memindahkan gen insulin
manusia ke dalam bakteri sudah dapat diperoleh, yaitu melalui bakteri-bakteri
yang tumbuh dengan metode fermentasi. Teknik Plasmid bertujuan untuk membuat hormone dan antibodi. Misal untuk membuat hormon insulin
dengan teknik plasmid. Gen /DNA digunting dengan Enzim Endonuklease Restriksi
Gen /DNA disambung dengan Enzim Ligase.
Rekayasa
genetika pada bakteria guna menghasilkan hormon insulin yang penting untung
pengendalian gula darah pada penderita diabetes. Tahap-tahapnya adalah sebagai
berikut:
- Tahap pertama dalam membuat bakteria yang bisa menghasilkan insulin adalah dengan mengisolasi plasmid pada bakteri tersebut yang akan direkayasa. Plasmid adalah materi genetik berupa DNA yang terdapat pada bakteria namun tidak tergantung pada kromosom karena tidak berada di dalam kromosom.
- Kemudian plasmid tersebut dipotong dengan menggunakan enzim di tempat tertentu sebagai calon tempat gen baru yang nantinya dapat membuat insulin.
- Gen yang dapat mengatur sekresi (pembuatan) insulin diambil dari kromosom yang berasal dari sel manusia.
- Gen yang telah dipotong dari kromosom sel manusia itu kemudian ‘direkatkan’ di plasmid tadi tepatnya di tempat bolong yang tersedia setelah dipotong tadi.
- Plasmid yang sudah disisipi gen manusia itu kemudian dimasukkan kembali ke dalam bakteria.
- Bakteria yang telah mengandung gen manusia itu selanjutnya berkembang biak dan menghasilkan insulin yang dibutuhkan. Dengan begitu diharapkan insulin dapat diproduksi dalam jumlah yang tidak terbatas di pabrik-pabrik.
Insulin
bervariasi dari satu organisme ke organisme lainnya, namun hal ini tidak
membedakan aktivitasnya. Pada mulanya sumber insulin untuk penggunaan klinis
pada manusia diperoleh dari pancreas sapi atau babi. Insulin yang diperoleh
dari sumber – sumber tersebut efektif bagi manusia karena indentik dengan
insulin manusia. Insulin pada manusia, babi, dan sapi mempunyai perbedaan dalam
susunan asam aminonya, tapi aktivitasnya tetap sama.
2.
Jelaskan
mengapa protein berperan penting dalam pertumbuhan rambut dan jelaskan apa
faktor yang menimbulkan kebotakan?
Jawab:
Karena rambut terdiri dari lapisan protein. itulah sebabnya, rambut
tidak boleh kekurangan nutrisi yang satu ini. Protein berperan dalam
pertumbuhan rambut sekaligus berfungsi untuk menguatkan akar rambut. Kurangnya
asupan protein dapat menyebabkan rambut rontok dan mudah patah. Produk susu
kedelai, ikan, daging, dan putih telur, merupakan sumber protein yang bisa dikonsumsi
setiap hari. Sebuah penelitian di Eropa menyebutkan bahwa proetin kedelai dapat
menguatkan dan merangsang pertumbuhan rambut hingga 15 persen.
Faktor-Faktor yang menimbulkan kebotakan
-
Faktor genetik: Yakni, kelebihan hormon androgen pada akar
rambut. Orang dengan faktor genetik ini bisa mengalami kebotakan pada usia 20
tahun
-
panas (demam, hair dryer, catok rambut): Naiknya suhu tubuh saat sakit, misalnya demam
tifus, juga bisa mengakibatkan rambut rontok. Lama dan jumlah
rambut yang rontok bergantung pada lamanya orang itu mengalami demam. ”Kalau
demam biasa satu dua hari ya tidak akan berakibat rambut rontok
-
bahan kimia (obat keriting, semir rambut): konsumsi obat seperti antikanker
atau iodium hipotiroid dosis tinggi juga berpotensi merontokkan rambut.
-
infeksi kulit kepala (jamur, bakteri, virus): Penyebab lainnya adalah penyakit kulit di
kepala, baik yang disebabkan infeksi bakteri, jamur, maupun virus. Contohnya
ketombe, dermatitis, dan herpes di kulit kepala.
-
stress: Yang belakangan sering ditemukan di masyarakat adalah rontok
akibat stres (trikotilomania). Penyebab stres beragam, dari
masalah sekolah, problem remaja lain, hingga masalah keluarga
-
kurang gizi: kekurangan gizi, khususnya vitamin (B12, asam
folat, D, biotin), mineral (Fe, Zn), dan protein. ”Akibatnya, rambut jadi lebih
tipis dan bisa berwarna kuning atau kemerahan, Atau mengkonsumsi obat-obatan
antibiotik anti tiroid bisa juga
menyebabkan kerontokan.
3.
Bagaimana
mengkonversi lemak majemuk dengan lemak sederhana?
Jawab:
Berdasarkan klasifikasi dari lemak
1. Lipid sederhana
a. Lemak (ester dari gliserol dan asam lemak)
b. Wax (malam) (ester dari asam lemak dengan alcohol berberat molekul tinggi)
2. Lipid majemuk (ester asam lemak + alkohol yang mengikat senyawa lipid)
a. Fosfolipid (asam lemak + alkohol alifatik + asam fosfat)
b. Lipoprotein (asam lemak + protein)
c. Gliserofosfolipid (asam lemak + gliserol + asam fosfat)
d. Sphingolipid (asam lemak + sphingosine)
e. Glikolipid (asam lemak + karbohidrat)
f. Lainnya (sulfolipid, aminolipid)
a. Lemak (ester dari gliserol dan asam lemak)
b. Wax (malam) (ester dari asam lemak dengan alcohol berberat molekul tinggi)
2. Lipid majemuk (ester asam lemak + alkohol yang mengikat senyawa lipid)
a. Fosfolipid (asam lemak + alkohol alifatik + asam fosfat)
b. Lipoprotein (asam lemak + protein)
c. Gliserofosfolipid (asam lemak + gliserol + asam fosfat)
d. Sphingolipid (asam lemak + sphingosine)
e. Glikolipid (asam lemak + karbohidrat)
f. Lainnya (sulfolipid, aminolipid)
Lipid sederhana adalah ester dari asam-asam lemah dan alcohol dan termasuk
macam-macam lemak (ester asam lemak dan gliserol) dan wax (ester asam lemak dan
alcohol selain gliserol). Lipid gabungan mengandung beberapa gugus selain
alcohol dan asam lemak, seperti asam fosfor, nitrogen, atau karbohidrat. Lipid
derivate merupakan senyawa yang dihasilkan oleh hidrolisa lipida sederhana
ataupun lipida gabungan.
Berdasarkan sumbernya, lipid dikelompokkan sebagai lemak hewan (animal
fat), lemak susu (milk fat), minyak ikan (fish oil), dll.
Berdasarkan komponen dasarnya, lipid dibagi menjadi lipid sederhana (simple lipids), lipid
majemuk (compound lipids), dan lipid turunan (derivate lipids).
Klasifikasi lipid ke dalam lipid majemuk karena lipid tersebut mengandung
asam lemak yang dapat di sabunkan, sedangkan lipid sederhana tidak
mengandung asam lemak dan tidak dapat di sabunkan. Lipid dibagi
menjadi 8 golongan berdasarkan kemiripan struktur kimianya, yaitu asam lemak, lemak, lilin, fosfolipid,
sfingolipid, terpen, steroid, dan lipid kompleks. Lipid seperti lilin (wax),
lemak, minyak, dan fosfolipid adalah ester yang jika dihidrolisis dapat menghasilkan asam lemak dan senyawa
lainnya termasuk alkohol.
4.
Konformasi
protein sangat menentukan fungsi biologis dari protein tersebut, bila suatu
protein terdenaturasi jelaskan dampak penurunan fungsi biologis tersebut?
Jawab:
Fungsi biologi
protein Fungsi biologi protein dengan deret asam-asam amino tertentu
memungkinkan molekul ini menjalankan berbagai fungsi tertentu. Secara garis
besar berdasar fungsi biologinya protein dibagi menjadi beberapa golongan Enzim.
Protein yang mempunyai kekhususan tinggi dan paling bervariasi adalah protein
yang mempunyai aktivitas katalisa yakni enzim. Hampir semua reaksi biomolekul
organik didalam sel dikatalisa oleh enzim. Ada sekitar 2.000 jenis enzim yang
mempunyai reaksi katalisa berbeda ditemukan dalam berbagai bentuk kehidupan.
Denaturasi disebabkan karena
hilangnya sifat-sifat struktur lebih tinggi oleh rusaknya ikatan hidrogen dan gaya-gaya
sekunder lain yang membutuhkan molekul itu. Akibat suatu denaturasi adalah
hilangnya banyak sifat biologis protein itu. Penyebab terjadinya denaturasi
protein adalah karena adanya perubahan suhu atau pH yang tidak terlalu ekstrem.
Dimana dari pengujian bahwa Penambahan
buffer asetat dan pemanasan menyebabkan timbulnya endapan putih. Endapan putih
yang terbentuk mengindikasikan terjadinya denaturasi protein. Dampak denaturasi
ini disebabkan karena buffer asetat sangat kuat mempertahankan pHnya pada pH
4,7 sehingga dapat merusak keseimbangan switer ion ke kondisi asam di bawah
titik isoelektrik. Perubahan struktur yang diakibatkan proses denaturasi adalah
perubahan konfigurasi protein a-heliks menjadi memanjang. Hal ini disebabkan
karena rusaknya ikatan hidrogen dan ikatan nonpolar yang terjadi pada struktur
berlipat dari protein.
5.
Bagaimana
menggunakan energi dari lemak untuk berolahraga? Jelaskan secara kimia?
Jawab:
Ketika sedang berolahraga lemak
dalam bentuk trigliserida, dan pada trigliserida yang tersimpan dalam jumlah
yang terbatas pada jaringan otot dan akan tersimpan dalam jumlah yang cukup
besar pada jaringan adipose., dapat
terhidrolisis menjadi gliserol dan asam lemak bebas (free fatty acid / FFA)
untuk kemudian menghasilkan energi. Pada olahraga dengan intensitas rendah
sepeti jalan kaki atau lari-lari kecil, ketika kebutuhan energi rendah dan
kecepatan ketersediaan energi bukanlah merupakan hal yang penting, simpanan
lemak akan memberikan kontribusi yang besar sebagai sumber energi utama bagi
tubuh. Kontribusi simpanan lemak sebagai sumber energi tubuh baru akan
berkurang apabila terjadi peningkatan intensitas dakam berolahraga.
Pada saat terjadinya
peningkatan intensitas olahraga yang juga akan meningkatkan kebutuhan energi,
pembakaran lemak akan memberikan kontribusi yang lebih kecil jika dibandingkan
dengan pembakaran karbohidrat untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam tubuh.
Walaupun pembakaran lemak ini memberikan kontribusi yang lebih kecil jika
dibandingkan dengan pembakaran karbohidrat saat intensitas olahraga meningkat,
namun kuantitas lemak yang terbakar tetap akan lebih besar jika dibandingkan
saat berolahraga dengan intensitas rendah.
Pada saat berolahraga
kompetitif dengan intensitas tinggi, pengunaan lemak sebagai sumber energi
tubuh akibat dari mulai berkurangnya simpanan glikogen otot dapat menyebabkan
tubuh terasa lelah sehingga secara perlahan intensitas olahraga akan
menurun. Hal ini disebabkan karena produksi energi melalui pembakaran
lemak berjalan lebih lambat jika dibandingkan dengan laju produksi energi
melalui pembakaran karbohidrat walaupun pembakaran lemak akan menghasilkan
energi yang lebih besar (9kkal/gr) jika dibandingan dengan pembakaran
karbohidrat (4 kkal/gr). Perlu juga untuk diketahui bahwa jaringan adipose
dapat menghasilkan asam lemak bebas dalam jumlah yang tidak terbatas, sehingga
kelelahan serta penurunan performa yang terjadi pada saat berolahraga tidak
akan disebabkan oleh penurunan simpanan lemak tubuh.